Xiaomi 18 Fold vs Samsung Galaxy Z Fold8: Mana yang Lebih Menarik?

TeknoLensa – Xiaomi 18 Fold vs Samsung Galaxy Z Fold8 menjadi salah satu perbandingan foldable paling menarik pada 2026. Xiaomi membawa hardware yang sangat agresif, sedangkan Samsung menawarkan desain ringan, software matang, dan ekosistem Galaxy yang kuat.
Kalau Anda sedang mencari smartphone foldable premium, angka spesifikasi saja belum cukup untuk menentukan pilihan. Layar, kamera, performa, baterai, software, bobot, harga, serta dukungan resmi di Indonesia ikut menentukan pengalaman setelah pembelian.
Xiaomi 18 Fold menarik perhatian lewat layar 7,58 inci, baterai 6.000 mAh, kamera Leica 200 MP, telefoto periskop 50 MP, dan chipset XRING O3. Samsung Galaxy Z Fold8 membawa layar 7,6 inci, baterai 4.800 mAh, Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, serta bobot 201 gram.
Perbedaan tersebut membuat keduanya menyasar pengguna dengan prioritas berbeda. Xiaomi lebih agresif pada hardware, sementara Samsung lebih fokus pada keseimbangan desain, software, AI, dan layanan. Jadi, mana yang lebih menarik? Jawabannya bergantung pada kebutuhan, tetapi perbandingan berikut membuat perbedaannya jauh lebih jelas.
Untuk melihat detail spesifikasi Xiaomi, pembaca juga bisa melihat spesifikasi Xiaomi 18 Fold dengan kamera Leica 200 MP yang membahas perangkat ini secara lebih khusus.
Perbandingan Xiaomi 18 Fold vs Galaxy Z Fold8
| Aspek | Xiaomi 18 Fold | Samsung Galaxy Z Fold8 |
|---|---|---|
| Layar luar | 5,38 inci | 5,5 inci |
| Layar dalam | 7,58 inci, 120Hz | 7,6 inci, hingga 120Hz |
| Chipset | XRING O3 | Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy |
| RAM | Hingga 16GB | 12GB/16GB |
| Kamera utama | 200 MP Leica | 50 MP |
| Telefoto | 50 MP periskop | Tidak tersedia |
| Baterai | 6.000 mAh | 4.800 mAh |
| Bobot | Sekitar 219 gram | 201 gram |
| Ketersediaan Indonesia | Belum resmi | Resmi |
Dari tabel tersebut, Xiaomi unggul pada kapasitas baterai dan kelengkapan kamera. Samsung unggul pada bobot, distribusi resmi, serta ekosistem software. Perbedaan itu menjadi dasar utama untuk menentukan pilihan.
Desain Xiaomi 18 Fold vs Galaxy Z Fold8
Xiaomi 18 Fold memakai desain book-style dengan layar luar 5,38 inci dan layar dalam 7,58 inci. Kedua layar menggunakan pendekatan rasio sekitar 1,4:1 sehingga bentuknya terasa lebih lebar dibanding banyak foldable sebelumnya. Desain seperti ini juga membuat layar luar lebih nyaman untuk membaca dan mengetik.
Galaxy Z Fold8 memakai layar luar 5,5 inci dengan rasio 10:16 dan layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3. Samsung merancang cover screen untuk scrolling cepat, sedangkan layar utama lebih cocok untuk membaca, menonton, dan multitasking.
Samsung memiliki keunggulan jelas pada bobot. Galaxy Z Fold8 berbobot 201 gram dan memiliki ketebalan 4,5 mm saat terbuka. Xiaomi 18 Fold berada di sekitar 219 gram, sehingga Samsung terasa lebih ringan untuk pemakaian sepanjang hari.
Jika prioritas Anda adalah bodi ringan, Galaxy Z Fold8 lebih menarik. Jika Anda lebih menyukai format layar yang lebar dan agresif, Xiaomi 18 Fold punya daya tarik tersendiri.
Layar: Xiaomi Lebih Lebar, Samsung Lebih Seimbang
Xiaomi 18 Fold menggunakan panel OLED 120Hz pada layar luar dan dalam. Kecerahan puncaknya mencapai 4.000 nits berdasarkan informasi peluncuran. Layar 7,58 inci memberi ruang besar untuk membaca, menonton, mengedit dokumen, dan menjalankan beberapa aplikasi.
Samsung Galaxy Z Fold8 menawarkan layar utama 7,6 inci dengan refresh rate hingga 120Hz dan kecerahan hingga 3.000 nits. Samsung juga memakai rasio 4:3 pada layar utama sehingga dokumen dan aplikasi produktivitas mendapat bidang kerja yang luas. Informasi resmi Samsung mencantumkan cover screen 5,5 inci dan main screen 7,6 inci.
Dalam hal ukuran, perbedaannya sangat kecil. Xiaomi lebih menonjolkan rasio yang seragam antara panel luar dan dalam. Samsung memakai pendekatan yang lebih terarah karena masing-masing layar memiliki karakter penggunaan yang berbeda.
Untuk konsumsi media, keduanya sangat kompetitif. Untuk pekerjaan dan multitasking, pengalaman software juga ikut menentukan, bukan sekadar ukuran panel. Di bagian ini Samsung memiliki pengalaman foldable yang lebih matang, sedangkan Xiaomi menawarkan hardware layar yang sangat agresif.
Performa dan Multitasking
Xiaomi 18 Fold memakai chipset internal XRING O3 yang menjadi salah satu bagian paling menarik dari perangkat ini. Xiaomi merancang chip tersebut untuk menangani performa tinggi, grafis, multitasking, dan pemrosesan AI.
Galaxy Z Fold8 memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Samsung mengoptimalkan CPU, GPU, dan NPU untuk multitasking, gaming, serta fitur Galaxy AI. Varian Fold8 tersedia dengan RAM 12GB atau 16GB dan penyimpanan hingga 1TB.
Untuk performa mentah, Xiaomi terlihat sangat agresif. Namun, benchmark tidak selalu menggambarkan pengalaman harian. Optimasi aplikasi, manajemen panas, konsumsi daya, dan kestabilan software juga menentukan performa jangka panjang.
Samsung punya keuntungan dari pengalaman panjang mengoptimalkan One UI untuk perangkat lipat. Xiaomi menawarkan hardware baru yang lebih berani. Pengguna yang mengejar spesifikasi dapat condong ke Xiaomi, sedangkan pengguna yang mengutamakan konsistensi software bisa memilih Samsung.
Kamera: Xiaomi Unggul di Kelengkapan Hardware
Xiaomi 18 Fold membawa kamera utama 200 MP dengan pengembangan Leica, telefoto periskop 50 MP sekitar 3,5x, dan ultrawide 50 MP. Konfigurasi ini memberikan rentang kamera yang lebih lengkap untuk foto sehari-hari, portrait, dan objek jauh.
Galaxy Z Fold8 memakai kamera wide 50 MP dan ultrawide 50 MP. Samsung mengandalkan pemrosesan gambar, stabilisasi, serta fitur software untuk menghasilkan foto dan video yang konsisten. Samsung juga menghadirkan fitur My FanCam untuk kebutuhan video konser.
Megapiksel bukan satu-satunya penentu kualitas foto. Sensor, lensa, stabilisasi, pemrosesan HDR, warna, dan kemampuan video ikut menentukan hasil akhir. Karena itu, kamera Xiaomi tidak otomatis menghasilkan foto lebih bagus dalam semua kondisi.
Jika Anda sering memakai zoom optik atau memotret objek jauh, Xiaomi memiliki keunggulan hardware yang jelas. Jika Anda lebih membutuhkan kamera yang terintegrasi dengan fitur Galaxy AI dan ekosistem Samsung, Galaxy Z Fold8 menawarkan pendekatan yang lebih matang.

Baterai dan Pengisian Daya
Xiaomi 18 Fold membawa baterai silicon-carbon 6.000 mAh. Pengisian kabel mencapai 67W, sedangkan pengisian nirkabel mencapai 50W. Kapasitas besar ini menjadi salah satu keunggulan utama Xiaomi untuk penggunaan layar besar.
Galaxy Z Fold8 menggunakan baterai 4.800 mAh. Samsung menggabungkan kapasitas tersebut dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan optimasi One UI. Samsung mencantumkan daya tahan pemutaran video hingga 26 jam.
Secara kapasitas, Xiaomi menang cukup jauh. Pengguna yang sering membuka layar dalam, bermain game, atau menonton video akan mendapat keuntungan dari baterai 6.000 mAh.
Samsung tetap punya keunggulan dari sisi bobot dan efisiensi. Jadi, kapasitas baterai tidak otomatis menentukan daya tahan. Pengujian penggunaan nyata tetap menjadi penentu akhir.
Software dan AI
Xiaomi 18 Fold menjalankan HyperOS 4 berbasis Android 17 dan membawa integrasi dengan ekosistem Xiaomi. Pengguna yang sudah memakai tablet, perangkat rumah pintar, atau produk Xiaomi lain dapat memperoleh pengalaman yang lebih terhubung.
Galaxy Z Fold8 menjalankan One UI 9 berbasis Android 17 dan membawa berbagai fitur Galaxy AI. Samsung juga menghubungkan Fold8 dengan Galaxy Watch, Galaxy Buds, tablet, laptop, serta layanan Samsung.
Samsung memiliki keunggulan pada kematangan software foldable. One UI sudah lama mengembangkan multitasking, pembagian layar, floating window, dan optimasi aplikasi untuk layar besar.
Untuk pembahasan lebih khusus, Anda bisa membaca artikel One UI di Samsung Galaxy Z Fold8 dan fitur software layar lipat. Artikel tersebut melengkapi pembahasan software pada perbandingan ini.
Untuk pengguna yang sudah berada di ekosistem Galaxy, Fold8 menjadi pilihan yang lebih logis. Xiaomi lebih menarik bagi pengguna yang ingin membangun ekosistem Xiaomi atau mencoba pendekatan HyperOS terbaru.
Konektivitas dan Penggunaan di Indonesia
Xiaomi 18 Fold mendukung 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, UWB, dan USB Type-C. Galaxy Z Fold8 juga membawa 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, UWB, serta konektivitas modern lainnya.
Untuk pengguna Indonesia, faktor paling penting bukan hanya daftar konektivitas. Ketersediaan resmi, dukungan jaringan, garansi, aksesori, layanan perbaikan, bahasa sistem, Google Play, dan kompatibilitas aplikasi perbankan juga perlu diperhatikan.
Samsung memiliki jalur distribusi resmi di Indonesia. Xiaomi 18 Fold saat ini tersedia di China, sehingga calon pembeli Indonesia perlu memperhitungkan risiko impor dan dukungan purnajual sebelum membeli.
Untuk pembahasan konektivitas yang lebih lengkap, Anda bisa membaca artikel konektivitas Samsung Galaxy Z Fold8 di Tekno Lensa.
Harga dan Ketersediaan
Xiaomi 18 Fold mulai dari CNY 10.999 di China, sedangkan varian tertinggi mencapai CNY 14.999. Harga tersebut tidak bisa langsung menjadi patokan harga Indonesia karena biaya impor, pajak, distribusi, dan status penjualan resmi dapat mengubah harga akhir.
Galaxy Z Fold8 sudah memiliki halaman pembelian resmi Samsung Indonesia. Konsumen juga mendapat jalur layanan dan dukungan yang lebih jelas. Anda dapat mengecek harga dan pembelian Galaxy Z Fold8 di Samsung Indonesia langsung dari situs resminya.
Untuk Xiaomi, gunakan Xiaomi Store untuk mengecek ketersediaan produk dan wilayah penjualan. Harga, promo, serta status distribusi dapat berubah, terutama karena Xiaomi 18 Fold masih sangat baru.
Mana yang Lebih Menarik?
Jika ukuran penilaian hanya hardware, Xiaomi 18 Fold lebih menarik. Baterai 6.000 mAh, kamera utama 200 MP, telefoto periskop 50 MP, pengisian nirkabel 50W, dan RAM hingga 16GB membuat spesifikasinya sangat agresif.
Jika penilaian mencakup pengalaman penggunaan, Samsung Galaxy Z Fold8 punya keunggulan yang sulit diabaikan. Bobot 201 gram membuatnya lebih mudah dibawa, One UI sudah matang untuk foldable, Galaxy AI terintegrasi dengan sistem, dan Samsung menyediakan dukungan resmi di Indonesia.
Jadi, Xiaomi 18 Fold lebih cocok bagi pengguna yang mengejar spesifikasi hardware, kamera, baterai, dan layar. Galaxy Z Fold8 lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan software, ekosistem, portabilitas, dan dukungan resmi.
Video Review yang Relevan
Untuk melihat pengalaman Galaxy Z Fold8 secara langsung, Anda dapat menonton Samsung Galaxy Z Fold8 Review – A Major Change, How Is It in Real-World Use?. Video tersebut membantu melihat desain, kamera, fungsi, dan pengalaman penggunaan Galaxy Z Fold8.
Untuk Xiaomi 18 Fold, hands-on dari media teknologi saat ini lebih relevan daripada memaksakan tautan video yang belum jelas sumbernya. Perangkat masih sangat baru, sehingga pengujian jangka panjang juga belum sebanyak Galaxy Z Fold8.
Kesimpulan
Xiaomi 18 Fold vs Samsung Galaxy Z Fold8 menghasilkan dua pilihan dengan karakter berbeda. Xiaomi mengejar keunggulan hardware melalui baterai 6.000 mAh, kamera Leica 200 MP, telefoto 50 MP, layar 7,58 inci, dan pengisian cepat. Samsung mengejar keseimbangan melalui bodi 201 gram, layar 7,6 inci, Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, One UI, Galaxy AI, dan ekosistem Galaxy.
Untuk pengguna Indonesia, Galaxy Z Fold8 menjadi pilihan yang lebih aman saat ini karena dukungan resmi dan jalur layanan yang jelas. Xiaomi 18 Fold lebih menarik bagi pengguna yang mengejar hardware dan memahami risiko perangkat yang belum memiliki distribusi resmi lokal.
Kesimpulannya sederhana: Xiaomi 18 Fold unggul di hardware, sedangkan Samsung Galaxy Z Fold8 unggul di pengalaman, portabilitas, software, dan ekosistem. Jika Xiaomi membuka penjualan resmi di Indonesia, persaingan keduanya akan menjadi jauh lebih ketat.
